DOGMAMEDIA.ID-MAKASSAR Komunitas Masyarakat Peduli Keamanan dan Ketertiban Masyarakat “Pelopor Kamtibmas Kota Makassar” Turut buka suara perihal maraknya tembak-tembakan mainan yang lagi viral di Kota Makassar.
Tembak mainan atau yang lebih familiar dikatakan “Tembak Omega” Kini tengah buming di Kota Makassar, hampir di setiap penjuru lorong Kota Makassar pasti kita akan menemukan anak remaja sampai dengan pemuda memiliki Tembak Omega tersebut, Tembak Omega tersebut ada yang menggunakan tenaga dorong angin (hentakan per) ada pula yang bertenagakan baterai ada yang menggunakan peluru butiran jelly ada yang menggunakan Gotri Plastik.
Melihat fenomenal tersebut, Moh. Lingga salah satu member aktif Komunitas Masyarakat Pelopor Kamtibmas Kota Makassar saat di mintai pendapatnya mengungkapkan bahwasanya,
“Dari sisi sikologis pada dasarnya kami melihat anak laki-laki itu butuh hiburan yang bermain dengan adrenalin salah satunya adalah melalui fenomenal viralnya Tembak Omega ini”
“Hanya saja fenomena Tembak Omega yang viral di Kota kita ini sudah over (berlebihan) dan out of control (tidak terkontrol) akhirnya merujuk pada terciptanya situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat yang tidak kondusif”
“Saling tembak menggunakan Tembak-tembakan Omega hampir terjadi di hampir setiap Jalanan dan Lorong, Penjual merasa terganggu, pengguna Jalan terganggu, Warga yang lagi nongkrong terganggu tidak hanya terganggu tapi bahkan jadi korban kena tembak dari Tembak-tembakan Omega, ada yang tertawa, ada yang tersinggung, ada yang terluka, ini semua terjadi karena itu tadi, over dan out of control, singkat saja, mereka pelaku Tembak-tembakan Omega tidak bijak dalam bermain, karena sejatinya Jalanan Umum bukan playground yang bisa di jadikan tempat bermain apalagi bercanda ” Tegas lingga salah satu pentolan Pelopor Kamtibmas Kota Makassar
Saat diwawancarai perihal dugaan kejadian yang menelan korban jiwa akibat buntut daripada perang Tembak-tembakan Omega, Lingga enggan menjawab dan lebih memilih untuk menunggu Press Release dari Polda Sulsel agar tidak melahirkan spekulasi yang liar
