KOLAKA – Suasana tenang di kawasan Wisata Kuliner (Wiskul) Kolaka mendadak mencekam pada Senin (22/12/2025) dini hari. Sebuah mobil Wuling berwarna hitam yang dikemudikan oleh Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China menabrak kendaraan warga yang sedang terparkir di depan GTA Star sekitar pukul 01.15 Wita.
Menurut saksi mata di lokasi kejadian, mobil Wuling tersebut melaju dengan kecepatan tinggi sebelum akhirnya menghantam bagian belakang Toyota Innova milik seorang warga bernama Sose. Dentuman keras akibat tabrakan tersebut mengejutkan pedagang dan pengunjung yang masih berada di lokasi.
“Saya lagi beres-beres karena mau tutup, tiba-tiba terdengar dentuman keras di samping saya. Ternyata mobil yang terparkir ditabrak,” ujar Sri, salah seorang pemilik kafe di kawasan Wiskul.
Pelaku Diduga Mabuk dan Sempat Menyerempet Warga Lain
Situasi sempat memanas saat pemilik mobil, Sose, mendapati pengemudi Wuling tersebut dalam kondisi mabuk. Aroma alkohol tercium menyengat saat pengemudi dan penumpangnya turun dari mobil. Diketahui, di dalam mobil tersebut terdapat empat orang TKA China dan satu warga lokal yang mengaku bekerja di perusahaan IPIP.
Tak hanya menabrak Innova, seorang pengendara Honda Brio bernama Dhania juga mendatangi lokasi untuk melabrak pengemudi TKA tersebut. Dhania mengaku menjadi korban tabrak lari (serempet) oleh mobil yang sama saat berada di jalur By Pass Pomalaa – Kolaka.
“Tadi dia sambar saya di By Pass. Mobil saya lecet, makanya saya kejar sampai di sini,” ungkap Dhania dengan nada kesal.
Beruntung, aparat kepolisian yang sedang berpatroli segera tiba di lokasi untuk meredam keributan. Meski mediasi berlangsung cukup alot, kedua belah pihak akhirnya sepakat untuk menempuh jalan damai setelah pihak TKA China bersedia mengganti seluruh kerugian kerusakan mobil para korban.
Peristiwa ini memicu sorotan tajam dari masyarakat setempat terkait pengawasan terhadap tenaga kerja asing di wilayah Kolaka. Warga mempertanyakan legalitas berkendara para TKA tersebut, terutama dalam hal kepemilikan Surat Izin Mengemudi (SIM).
“Yang jadi pertanyaan, apakah TKA China ini punya SIM? Seharusnya pengawasan lebih ketat agar mereka tidak bebas berkeliaran apalagi mengemudi dalam keadaan mabuk hingga larut malam,” pungkas salah seorang warga.
