DOGMAMEDIA.ID – GOWA Dulu suaranya menggema di jalanan, kini denting sendok dan wajan menjadi nadanya. Bang Patur, mantan aktivis yang dikenal vokal memperjuangkan hak-hak rakyat kecil, memilih jalur baru mengabdi lewat dapur.
Dari panasnya aksi ke panasnya wajan, langkahnya menunjukkan bahwa perjuangan tidak selalu harus lewat orasi. Kini, ia berdiri di belakang gerobak nasi goreng di Kabupaten Gowa, menghadirkan cita rasa perjuangan dalam setiap piring.
Baginya, kemandirian ekonomi adalah bentuk perlawanan baru. “Saya sudah lelah berteriak. Sekarang saya bekerja langsung, nyata, dan dekat dengan warga,” ujarnya.
Melalui Warung Bang Patur, idealisme dan solidaritas rakyat menemukan wadah baru: sederhana, tapi membumi. Di antara aroma bawang goreng dan nasi hangat, nilai-nilai keadilan dan keberpihakan tetap hidup meski tak lagi lewat pengeras suara.
