DOGMAMEDIA.ID-MAKASSAR Program pasar murah kerja sama antara Bulog dan Kepolisian Republik Indonesia kini tengah menjadi perbincangan hangat di tengah-tengah masyarakat Kota Makassar, Pasalnya belakangan ini Video Rapat Kerja antara Kementrian Pertanian dan Komisi IV DPR RI yang menyebutkan bahwa masih sekitar 1,5 Juta Ton stok beras milik Bulog yang berada di Gudang dan belum di pasarkan hal inilah yang kemudian menuai perbincangan hangat di beberapa Warung Kopi di Kota Makassar.
Salah satu Aktivis yang juga merupakan pendiri Lembaga Gerakan Pemuda Makassar saat dimintai pendapatnya perihal dugaan ini mengungkapkan bahwasanya “Ada beberapa Faktor sehingga menyebabkan Stok Beras yang begitu banyak tertinggal pada Gudang Bulog yang Pertama itu memang adalah Stock File Tahunan yang kedua adalah karena ketidak mampuan Bulog itu sendiri untuk memasarkan Produknya ataupun melakukan Ekspor ke Luar Negeri, Kami sudah tonton Video Rapat antara Komisi IV DPR RI dan Kementrian Pertanian Pada Tanggal 02 Juli 2025 lalu, dalam Video Tersebut Ketua Komisi IV DPR RI mengungkapkan bahwasanya beras yang tertinggal itu sudah tidak fresh sudah ada beberapa kutu sekalipun itu kutu putih namun sudah tidak fresh sehingga menurut kami Program Pasar Murah antara Bulog dan Polri ini baiknya di hentikan dulu”
Faisal Melanjutkan ” Apabila dugaan perihal Program Pasar Murah ini adalah Program yang gunanya untuk menghabiskan stok beras yang sudah tidak fresh lagi pada Gudang Bulog maka mungkin alangkah baiknya Presiden Republik Indonesia untuk mengganti saja Pimpinan Bulog yang patut diduga tidak mampu untuk memasarkan produknya dan tidak mampu melakukan pengolahan management dengan baik”Tegas Faisal
Senada dengan Faisal, Moh Lingga Ketua GPII PD Kota Makassar juga menyampaikan hal serupa dengan mengungkapkan bahwasanya, “Sementara kami koordinasi dan cari tahu apabila dugaan ini benar maka kami akan konsolidasikan dengan teman-teman yang lain untuk mengambil sikap tegas terkait hal ini, Kalau sampai benar beras yang kualitasnya tidak fresh lagi dan di pasarkan kepada masyarakat itukan tidak baik kasihan masyarakat kita yang membeli beras pada Pasar Murah tersebut “
