Moh. Lingga (Ketua GPII PD Kota Makassar) saat berorasi di salah satu momentum unras
DOGMAMEDIA.ID-MAKASSAR Ketua Organisasi Kemasyarakatan Pemuda Gerakan Pemuda Islam Indonesia Pimpinan Daerah Kota Makassar (GPII PD Kota Makassar) Angkat Suara perihal Program Pasar Murah yang diselenggarakan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Bulog yang bekerja sama dengan Kepolisian Republik Indonesia.
Diketahui bahwasanya dalam Rangka Menyemarakkan HUT Kemerdekaan RI yang Ke 80 Bulog dan Polri bekerja sama menjalankan Pasar Murah dengan menjual Sembako salah satunya adalah Produk Bulog yaitu beras kemasan 5 Kilo Gram Merk SPHP.
Ketua GPII PD Kota Makassar, Moh Lingga saat di wawancarai di salah satu Warung Kopi yang terletak di bilangan Boulevard Kota Makassar Mengungkapkan bahwasanya,
“Secara pribadi dan kelembagaan sebagai Ketua GPII PD Kota Makassar kami melihat program ini adalah bukti ketidak mampuan Pimpinan Bulog dalam menghabiskan Stok Beras yang dimiliki oleh Bulog, dalam Rapat Kerja antara Mentri Pertanian dan Komisi IV DPR RI pada 02 Juli 2025 lalu di ketahui bahwasanya tumpukan beras pada Gudang Bulog menjadi Sorotan daripada Ketua Komisi IV DPR RI yang dimiliki oleh karenakan kondisi beras yang membumbung tinggi dan nampak tidak fresh lagi karena terdapat kutu sekalipun kutu tersebut adalah kutu putih itu kalimat bukan kami yang katakan melainkan kutipan ungkapan dari Ketua Komisi IV DPR RI saat rapat kerja dengan Kementrian Pertanian”
Ketua GPII PD Kota Makassar itupun melanjutkan “Namun kemarin hampir di seluruh Polda di Negara Kesatuan Republik Indonesia menjalankan Program Pasar Murah yang bekerja sama dengan Bulog hal inilah yang kemudian menjadi perhatian kami sebab menimbulkan dugaan bahwa BUMN dalam Hal ini Bulog menjadikan Institusi Polri sebagai marketing untuk menghabiskan stok beras yang membumbung tinggi pada gudang Bulog setelah menjadi sorotan oleh Komisi IV DPR RI sedangkan dalam Rapat Kerja tersebut Ibu Ketua Komisi IV DPR RI telah mewanti-wanti stok beras tersebut jangan sampai sudah tidak fresh dan di distribusikan kepada Masyarakat”

“Melihat kondisi tersebut kami GPII PD Kota Makassar telah berkonsolidasi dengan beberapa Organisasi Kemasyarakatan Pemuda lainnya akan menyikapi hal ini dengan tegas, apabila dugaan kami ini benar bahwa beras yang di jual adalah merupakan stock lama yang tertinggal pada gudang Bulog maka bagi kami sudah cukup bukti bahwa Pimpinan BUMN Bulog tidak layak dan kompeten mengemban amanah untuk memasarkan produknya sehingga perlunya dilakukan Evaluasi” Tegas Ketua GPII PD Kota Makassar yang juga merupakan Wakil Sekretaris DPD KNPI Kota Makassar
Sementara itu di tempat berbeda Abdul Faisal salah satu Aktivis ternama di Kota Makassar saat dimintai pendapatnya perihal dugaan Kejadian Ini mengungkapkan bahwasanya,
“Apabila dugaan teman-teman terkait Beras Merk SPHP yang dipasarkan dalam Pasar Murah sebagai program kerja sama antara Bulog dan Polri itu adalah merupakan Beras Stock lama yang tersimpan di gudang Bulog maka ini merupakan kesalahan yang harus diluruskan, kami sudah tonton Video Rapat Kerja antara Komisi IV DPR RI dan Kementrian Pertanian bahkan Ketua Komisi IV juga mengungkapkan bahwa kondisi beras yang tersimpan pada Gudang Bulog itu tidak Aman artinya membumbung tingginya stock beras Bulog itu kenapa apakah Bulog tidak mampu melakukan Ekspor Beras atau apakah Bulog tidak Mampu Memasarkan Produknya inikan tanda tanya besar kalau memang tidak kapabel menjadi pejabat tidak mampu mengemban amanahnya yaa ganti saja” Tegas Faisal yang juga merupakan pendiri Gerakan Pemuda Makassar.
