Raja Ampat,Dogmamedia.id,8 Juli 2025 — Proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2025 di SMA Negeri 1 Raja Ampat, salah satu sekolah unggulan dan berprestasi di Kabupaten Raja Ampat dan Provinsi Papua Barat Daya, resmi ditutup. Antusiasme masyarakat sangat tinggi, dengan jumlah pendaftar mencapai 510 siswa.
Awalnya, sekolah hanya merencanakan menerima 12 rombongan belajar (rombel) atau setara 432 siswa, sesuai kapasitas ruang belajar yang tersedia. Namun karena tingginya minat dan antusiasme pendaftar, pihak sekolah melakukan berbagai upaya penyesuaian hingga meningkatkan daya tampung menjadi 13 rombel, sehingga total siswa yang diterima mencapai 468 orang.
Penerimaan siswa baru tahun ini dilakukan melalui empat jalur seleksi, yaitu:
1. Zonasi (Domisili)
2. Mutasi
3. Afirmasi
4. Prestasi
Dari 510 pendaftar, 42 peserta tidak diterima. Hal ini bukan hanya karena keterbatasan kuota, tetapi juga karena hasil Tes Akademik, Tes Wawancara, serta evaluasi sikap dan perilaku calon peserta didik selama proses seleksi, termasuk kepatuhan terhadap tata tertib sekolah.
Kami harus melakukan seleksi menyeluruh karena daya tampung terbatas, baik dari segi jumlah kelas maupun fasilitas pendukung lainnya. Proses seleksi ini dilakukan secara objektif dan profesional agar siswa yang diterima benar-benar siap secara akademik dan memiliki sikap yang baik,” jelas Helena Omkarsba, S.Pd., M.MPd., Kepala SMA Negeri 1 Raja Ampat.
Komposisi peserta didik yang diterima menunjukkan semangat pemerataan dan keberagaman. 60% siswa yang diterima merupakan Orang Asli Papua (OAP), dan 40% Non-OAP.
Sebagai sekolah yang konsisten mencetak prestasi di berbagai bidang — baik akademik, seni, olahraga, maupun organisasi — SMA Negeri 1 Raja Ampat menjadi salah satu sekolah rujukan dan dambaan para orang tua di wilayah Raja Ampat dan Papua Barat Daya.
Selamat kepada anak-anak kami yang dinyatakan lulus. Ini adalah awal dari perjalanan panjang di dunia pendidikan. Manfaatkan kesempatan ini untuk terus berkembang dan mengukir prestasi,” ucap Helena Omkarsba.
Dan bagi yang belum berhasil, percayalah bahwa ini bukan akhir dari segalanya. Setiap anak memiliki jalannya masing-masing. Terus belajar, tetap semangat, dan jangan pernah menyerah,” tambahnya.
Senada dengan itu, Simon Umpain, S.Pd., Ketua Panitia SPMB 2025, turut menyampaikan:
Bagi adik-adik yang belum lolos, ini adalah momentum untuk mengevaluasi dan memperkuat tekad. Kegagalan sementara bukan berarti gagal selamanya. Teruslah berjuang,” ujarnya.
Adapun kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) akan dimulai pada 14 Juli 2025, didahului oleh pra-MPLS pada 10 Juli 2025.
Ronald Jackson Sauyai, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, menjelaskan:
Kami mengajak seluruh siswa baru untuk mengikuti pra-MPLS dan MPLS secara penuh. Ini adalah momen penting untuk mengenal budaya sekolah, menanamkan karakter, dan membangun semangat belajar sejak awal.”
Sementara itu, Suparman Toha, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, menambahkan bahwa *MPLS tahun ini diselenggarakan mengacu pada pedoman resmi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dengan mengusung konsep MPLS Ramah Anak.
Seluruh rangkaian kegiatan MPLS tahun ini kami rancang sedemikian rupa agar tidak menimbulkan tekanan atau kekerasan terhadap siswa baru. Kami justru menanamkan nilai-nilai positif melalui penguatan karakter dan pembiasaan. Salah satunya melalui implementasi *7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat*,” jelasnya.
Tujuh kebiasaan tersebut mencakup:
1. Berdoa sebelum dan sesudah melakukan sesuatu,
2. Mengucapkan salam, tolong, maaf, dan terima kasih,
3. Membuang sampah pada tempatnya,
4. Disiplin dan tertib,
5. Suka membaca,
6. Menjaga kebersihan dan kesehatan,
7. Peduli terhadap sesama dan lingkungan.
Dengan semangat “Berkarakter, Cerdas, dan Berdaya Saing”, SMA Negeri 1 Raja Ampat terus berkomitmen menjadi pelopor pendidikan yang unggul dan ramah anak di tanah Papua Barat Daya.
