Jakarta – Dogmamedia.id Kenaikan PPN 12% yang mulai diberlakukan memicu protes, khususnya dari Gen Z. Mereka merasa kebijakan ini semakin meningkatkan tekanan hidup yang sudah cukup berat di tengah kondisi ekonomi yang sulit. Banyak kalangan muda merasa semakin terbebani dengan biaya hidup yang terus meningkat, berdampak pada kesejahteraan finansial mereka.
Tak hanya sekadar keluhan, aksi nyata juga mulai digerakkan oleh mahasiswa dan organisasi pemuda seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Mereka menggalang petisi dan mengancam untuk menggelar demonstrasi serentak di seluruh Indonesia sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan PPN 12%. Mereka menilai kebijakan ini membebani kelompok usia muda yang belum mapan secara ekonomi.
Selain itu, Gen Z semakin tertekan secara psikologis. Banyak yang merasa kesulitan untuk menabung dan menghadapi kecemasan yang meningkat akibat lonjakan biaya hidup. Penelitian mengungkapkan bahwa hal ini memperburuk gangguan kesehatan mental, dengan stres dan kecemasan menjadi dampak langsung. Ahli kesehatan menyoroti bahwa ketidakpastian ekonomi memperburuk situasi psikologis generasi muda ini, yang semakin merasa terjebak dalam ketidakmampuan mengelola keuangan.
Peningkatan PPN 12% dianggap memperburuk ketimpangan ekonomi, terutama bagi mereka yang baru memulai karier atau masih bergantung pada orang tua. Harga barang kebutuhan dasar terus membengkak, sementara penghasilan mereka tidak mengalami kenaikan signifikan, menyebabkan kecemasan tentang masa depan.
Sebagai respons, sejumlah organisasi Gen Z mulai mengkampanyekan pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental. Mereka menuntut pemerintah untuk memperhatikan dampak psikologis dari kebijakan ini dan mencari solusi yang lebih inklusif. Melalui tagar dan kampanye di media sosial, Gen Z berharap suara mereka didengar, dengan harapan kebijakan yang lebih berpihak pada kesejahteraan mental dan finansial mereka dapat terwujud.
Referensi dari CELIOS juga menunjukkan bahwa kenaikan PPN ini dapat memicu masalah sosial lebih lanjut, termasuk perceraian, yang juga berdampak pada kesehatan mental. Gen Z yang baru memulai kehidupan dewasa semakin merasa terjepit secara finansial, memperburuk kecemasan mereka. Mereka menuntut solusi yang lebih berkeadilan dan mempertimbangkan dampak jangka panjang pada kualitas hidup mereka.
